Senin, 25 Januari 2010

Bunga Altar


Tata Cara Merangkai Bunga Altar :

Menghias Gereja, menata bunga Altar maupun mendekor ruagan untuk perayaan Ekaristi atau ibadat sabda dirumah mempunyai kiat-kiat tertentu.




Selain warna liturgi dan Masa liturginya, harus pula diperhatikan keserasiaannya secara menyeluruh . Menghias altar dan panti imam sebaiknya jangan mengganggu lalu lintas atau kelancaran berlangsungnya Perayaan Ekaristi.

Tata ruang gereja menjadi lebih indah atau serasi bila disertai tata hias bungadan warna-warna liturgi yang harmonis.




Seseorang yang menyediakan waktunya untuk datang dan merangkai bunga di gereja, diharapkan mempunyai niat dan motivasi untuk memuliakan Tuhan, Juga sifat kekeluargaan yang sangat menunjang eratnya kerja sama, tanpa ada motifasi lain atau ambisi pribadi.




Sebelum berkarya, kita berdoa dan lebih baik lagi kalau kita berdoa dalam hati pada saat ambisi pribadi.

Untuk bentuk rangkaian dapat dipilh antara lain :

- Gaya Eropa : Lebih banyak bunga

- Gaya Jepang : Agak sedikit bunga

- Gaya Tradisional : Kombinasi dengan melati atau janur




Apakah Fungsi rangkaian bunga di gereja maupun dirumah dalam kaitannya dengan perayaan liturgi ?

Sudah tentu untuk memperindah rumah Tuhan atau ruang ibadat di lingkungan atau tempat-tempat lain, sehingga umat yang beribadat merasa nyaman, serasi dan sejuk dalam mengikuti misa atau upacara liturgi lainny.semua itu membantu umat untuk berdoa dan menyelami keindahan dan keagungan Tuhan yang hadir ditengah UmatNya.

Hal-hal utama yang harus diperhatikan dalam menghiasi gereja maupun ruang ibadat ada beberapa yaitu:

Meja Altar di gereja maupun di lingkungan sebaiknya bersih dari hiasan –hiasan, kecuali lilin yang termasuk kelengkapan upacara liturgi dan merupakan lambang terang ilahi.Di atas altar hanya ada peralatan upacara misa yang dapat dilihat jelas oleh umat yang mengikuti Perayaan misa.
Rangkaian bunga sebaiknya diletakkan disamping luar atau didepan meja Altar dengan memakai standart tersendiri. Rangkaian bunga jangan terlalu tinggi dan jangan menutupi peralatan misa.
Selain Altar, kita juga harus memperhatikan mimbar ( apabila di gereja ) Mimbar tidak pentingnya dengan Altar jadi mimbar juga harus di hiasi. Seperti altar, mimbar pun harus dihiasi sesuai dengan fungsinya.Dari sini disampaikan firman Tuhan, jadi rangkaian juga jangan terlalu besar sehingga menutupi lektris atau lektor yang bertugas, Juga Kitab Sucinya.
Mengenai Warna bunga, Sebaiknya disesuaikan dengan warna masa liturgi gereja . Penyesuaian warna bunga denga warna liturgi atau warna kasula bukanlah suatu dogma atau peraturan gereja, tetapi untuk menciptakan suatu harmoni dan nuansa didalam gereja.


Maka sebaiknya diperhatikan untuk Hari-hari Raya / Besar, rangkaian boleh agak meriah dan warna disesuaikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya.pada Hari-Hari minggu biasa, sewaktu pastur memakai kasula hijau,rangkaian sederhana saja, warna bunga boleh netral dan terikat.




Untuk masa-masa Prapaskah dan advent, dimana gereja dalam masa pertobatan dengan warna ungu sebaiknya tidak ada bunga di altar.Altar akan dihiasi dengan dedaunan saja, karena bunga adalah tanda kemeriahan,sedangkan hijaunya daun merupakan harapan akan hal yang akan datang, Paaskah,atau Natal.




Kamis Putih,bunga yang dipakai biasanya berwarna putih untuk menunjang suasana hari raya tersebut.Setelah upacara kamis putih, semua rangkaian dipindahkan ke tarbernakel dimana Sakramen Mahakudus ditahtakan.




Jum’at Agung, tidak ada hiasan sama sekali. Altar kosong, meskipun Pastur memakai kasula merah (Lambang Pengurbanan) setelah upacara penghormatan salib altar diberi taplak merah untuk upacara (Sambut ) komuni.




Sabtu Paskah, dan Paskah, bunga berwarna putih dan kuning menggambarkan kemuliaan / keagungan ilahi.Setelah Paskah ada Hari Raya kenaikan Yesus kesurga, Tri Tunggal Maha Kudus, Tubuh dan Darah Kristus, bunga biasanya dipilih warna putih dan kuning.




Pentakosta, adalah Hari Raya Roh Kudus lambang cinta kasih Tuhan kepada umatNya.Roh kudus dilambangkan sebagai lidah api.Bunga Sebaiknya berwarna merah.setelah Pentakosta hari raya yang besar adalah Natal.Natal dihiasi dengan bunga merah meriah dan hijau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar